Makalah Rahmad danis


MAKALAH TUGAS MATA KULIAH
MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU KUALITAS PENDIDIKAN ISLAM


Description: Lambang UIN RF

Dosen Pengampu:
Dr. Kms Badaruddin, M. Ag
Dr. Syaiful Annur, M. Pd
Disusun Oleh:
Rahmad Danis     19102012010


PROGRAM MAGISTER
 MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH PALEMBANG
2020




KATA PENGANTAR
Puja dan puji kami haturkan ke hadirat Allah swt. Yang telah melimpahkan taufiq dan hidayah-Nya, sehingga dapat terselesaikan makalah ini yang berjudul “Peranan Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Mutu Kualitas Pendidikan” . Dari makalah ini semoga dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang peranan media pembelajaran dalam meningkatkan mutu kualitas pendidikan.
Ucapan terima kasih tidak lupa kami sampaikan kepada bapak Dr. Syaiful Annur, M.Pd dan bapak Dr. Kms Badaruddin, M.Ag selaku dosen mata kuliah manajemen mutu peningkatan kualitas pendidikan, dan semua pihak yang telah membantu sehingga saya dapat menyelasaikan makalah ini, sehingga akan menjadi kehormatan besar bagi saya apabila mendapat kritikan dan saran yang membangun agar makalah ini selanjutnya akan lebih baik dan sempurna serta komprehensif.
Demikian akhir kata dari saya, sehingga makalah ilmiah ini bermanfaat bagi semua pihak dan pembelajaran budaya serta akan menghasilkan yang lebih baik dimasa yang akan datang.

Palembang, 09 April 2020


Rahmad Danis










DAFTAR ISI

Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah …………………………………………………………………1`
B.     Rumusan  Masalah ……………………………………………………………………….3
C.     Tujuan Masalah…………………………………………………….……………………...3
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian media pembelajaran…………………………………………………………...4
B.     Jenis-jenis media pembelajaran…………………………………………..……………….7
C.     Fungsi dan peran media pembelajaran……………………………………..…………….11
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan…………………………………………………………..16
B.     Saran…………………………………………………………………16
DAFTAR PUSTAKA








BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Peranan media pembelajaran dalam proses belajar dan mengajarmerupakan satu kesatuanyang tidak dapat dipisahkandaridunia pendidikan. Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan pengirim kepada penerima, sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat peserta didik untuk belajar.Senada dengan apa yang dikatakan oleh (Ruth Lautfer, 1999) bahwa media pembelajaran adalah salah satu alat bantu mengajar bagi guru untuk menyampaikan materi pengajaran, meningkatkan kreatifitas siswa dan meningkatkan perhatian siswa dalam proses pembelajaran. Dengan media siswa akan lebih termotivasi untuk belajar, mendorong siswa menulis, berbicara dan berimajinasi semakin terangsang. Dengan demikian, melaluimedia pembelajarandapat membuat proses belajar mengajar lebihefektif dan efesien serta terjalin hubungan baik antara guru dengan peserta didik. Selain itu, media dapat berperanuntuk mengatasi kebosanan dalam belajar di kelas.Oleh karena itu, guru dituntut memberikan motivasi pada peserta didik melalui pemanfaatan media yang tidak hanya ada di dalam kelas, akan tetapi juga yang ada di luar kelas, jika hal itu dimanfaatkan maka tujuan pembelajaran akan tercapai.Lantas apa yang terjadi jika media pembelajaran tidak ada, yang terjadi adalah mengalami kesulitan dalam mengajar, materi menjadi monoton dan siswa merasa bosan dengan apa yang diajar oleh pendidik. Oleh karena itu, media pembelajaran harus difungsikan untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar.Dengan demikian semakin menarik media pembelajaran yang digunakan oleh guru akan semakin tinggi pula tingkat motivasi belajar siswa. Namun dalam prakteknya, masih banyak dijumpai guru-guru yang belum menerepankan media pembelajaran secara inovatif, bukan hanya tidak menerapkan media tersebut, namun sama sekali tidak ada media pembelajaran di sekolah.
Pada hal perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) saat ini sangat menolong para pendidik untuk lebih kreatif dalam membuat media pembelajaran.Sekalipun perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi banyak memunculkan berbagai gejala sosial dan perubahan dalam masyarakat, namun bukan berarti para tenaga pendidik menghindari dan tidak mau mengikuti perkembangan yang ada.
Menurut Presiden Republik Indonesia dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Internal Pemerintah Tahun 2017 di Istana Negara, Kamis (18/5/017), Jokowi mengatakan, dunia berubah sedemikian cepatnya akibat teknologi, bahkan negara-negaralain sudah sedemikian rupa berbicara ruang angkasa, sedangkan orang Indonesia baru belajar menggunakan internet, belum lagiberkutat dengan demo, fitnah dan saling menghujatmelalui media sosial dengan menyebarkan berita-berita hoax. Oleh karena itu perlu kesiapan dari sumber daya manusia dalam mengatasi setiap problem yang ada.Salah satu cara mengatasinya permasalah yang ada adalahdiperlukan program pendidikan yang berkualitas, menyediakan berbagai pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai yang luwes, sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang tangguh, mandiri tanggung jawab dalam menghadapi tantangan global. Itulah sebab, guru diharapkan mampu mengembangkan keterampilan membuat media pembelajarannya sendiri, karena perkembangan ilmu dan teknologi semakin mendorong ke arah pembaharuan.Oleh karena itu, berdasarkan prolem di atas, maka penulis memberi judul karya tulis ini yakni Peranan Media Pembelajaran dalam Proses belajar dan mengajar. Karena media pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan sangat penting dalam proses pembelajaran.
B.     Rumusan Masalah
Untuk menghindari pembahasan yang terlalu luas dan tidak fokus, maka penulis membuat rumusan masalah sebagai berikut:
1.      Apa pengertian dari media pembelajaran?
2.      Apa saja jenis-jenis media pembelajaran?
3.      Apakah fungsi dan peran dari media pembelajaran?
C.    Tujuan Penulisan
1.      Memahami pengertian dari media pembelajaran.
2.      Mengetahui jenis-jenis media pembelajaran.
3.      Menganalisis fungsi dan peran media pembelajaran.













BAB II
PEMBAHASAN
A.    Definisi Media Pembelajaran
Nunu Mahnun (2012) menyebutkan bahwa “media” berasal dari bahasa Latin “medium” yang berarti “perantara” atau “pengantar”.Lebih lanjut, media merupakan sarana penyalur pesan atau informasi belajar yang hendak disampaikan oleh sumber pesan kepada sasaran atau penerima pesan tersebut.Penggunaan media pengajaran dapat membantu pencapaian keberhasilan belajar. Menurut AECT (Association of Education and Communication Technology) yang dikutip oleh Basyaruddin (2002) “media adalah segala bentuk yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi”. Sedangkan menurut Steffi Adam dan Muhammad Taufik Syastra (2015) bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu baik berupa fisik maupun teknis dalam proses pembelajaran yang dapat membantu guru untuk mempermudah dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa sehingga memudahkan pencapaian tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Selanjutnya (Joni Purwono, dkk, 2014) menjelaskan bahwa media pembelajaran memiliki peranan penting dalam menunjang kualitas proses belajar mengajar. Media juga dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan. Salah satu media pembelajaran yang sedang berkembang saat ini adalah media audiovisual. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah alat bantudalam proses belajar mengajaruntuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pembelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar.
B.     Jenis-jenis Media Pembelajaran
Perkembangan pendidikan yang sangat pesat, berpengaruh pada perkembangan psikologi belajar serta pada sistem pendidikan yang ada.Keadaan tersebut, mendorong dan berakibat juga pada kemajuan teknologi pembelajaran dan penambahan baru pada media pembelajaran.Seiring dengan kemajuan teknologi, maka perkembangan media pembelajaran begitu cepat, di mana masingmasing media yang ada punya ciri-ciri dan kemampuan sendiri. Dari hal ini, kemudian timbul usaha-usaha penataannya yaitu pengelompokkan atau klasifikasi menurut kesamaan ciri-ciri atau karakteristiknya. Ciri-ciri umum dari media pembelajaran menurut (Oemar Hamalik, 1994), adalah: Pertama, Media pembelajaran identik dengan pengertian peragaan yang berasal dari kata “raga”, artinya suatu benda yang dapat diraba, dilihat dan didengar dan yang dapat diamati melalui panca indera. Kedua, Tekanan utama terletak pada benda atau hal-hal yang dapat dilihat dan didengar. Ketiga, Media pembelajaran digunakan dalam rangka hubungan (komunikasi) dalam pengajaran antara guru dan siswa. Keempat, Media pembelajaran adalah semacam alat bantu belajar mengajar, baik di dalam maupun di luar kelas. Kelima, Media pembelajaran merupakan suatu “perantara” (medium, media) dan digunakan dalam rangka belajar.Keenam, Media pembelajaran mengandung aspek sebagai alat dan sebagi teknik yang erat pertaliannya dengan metode belajar. Ketujuh, Karena itu, sebagai tindakan operasional, dalam buku ini digunakan pengertian “media pembelajaran”.Selain ciri-ciri di atas, lalu apa saja yang termasuk dalam media pembelajaran. Menurut Rudi Bretz sebagaimana dikutip oleh (Arif Sadiman, 1993) yang membagi ke dalam 8 klasifikasi media, yakni: (1). Media audio visual gerak. (2). Media audio visual diam. (3). Media audio semi gerak. (4). Media visual gerak. (5). Media visual diam. (6). Media visual semi gerak. (7). Media audio. (8). Media cetak. Sedangkan menurut Briggs, (dalam Arif Sadiman, 1993) bahwa terdapat 13 macam media, yaitu : (1). Obyek. (2). Model. (3). Suara langsung. (4). Rekaman audio. (5). Media cetak. (6). Pembelajaran terprogram. (7). Papan tulis. (8). Media transparansi. (9). Film rangkai. (10). Film bingkai. (11). Film. (12). Televisi. (13). Gambar. Dari berbagai jenisjenis media yang dikemukakan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah sarana, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka mengidentifikasikan komunikasi dan interaksi antar dosen/guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran di sekolah.
C.    Fungsi dan Peran Media Pembelajaran
Setiap manusia memerlukan belajar untuk mengembangkan pengetahuan, bakat dan minatnya. Dalam pengembangan kemampuan tersebut, seseorang membutuhkan orang lain untuk mendidiknya. Selain itu, peran media juga sangat diperlukan dalam mendidik peserta didik. Hal ini dijelakan oleh (Iwan Falahudin, 2014) bahwa peran pembelajar adalah menyediakan, menunjukkan, membimbing dan memotivasi para pembelajar agar mereka dapat berinteraksi dengan berbagai sumber belajar yang ada. Bukan hanya sumber belajar yang berupa orang , melainkan juga sumbe-sumber belajar yang lain. Oleh karena itu, dalam meningkatkan kemampunya untuk belajar maka diperlukan sumber belajar. Dengan adanya sumber belajar maka peserta didik dapat mengerti apa yang dipelajarinya. Salah satu sumber belajar yang dikenal selama ini adalah media pembelajaran.Menurut AECT (dalam Ahmad Rohani, 1991), mengklasifikasikan tentang sumber belajar media menjadi enam macam, yaitu: (1). Message (pesan), yaitu informasi/ajaran yang diteruskan oleh komponen lain yang dalam bentuk gagasan, fakta, arti dan data. Termasuk dalam kelompok pesan adalah semua bidang studi/mata kuliah atau bahan pengajaran yang diajarkan kepada peserta didik, dan sebagainya. (2). People (orang), yakni manusia yang bertindak sebagai penyimpan, pengolah dan penyaji pesan. Termasuk kelompok ini misalnya guru/dosen, tutor peserta didik dan sebaginya. (3). Materials (bahan), yaitu perangkat lunak yang mengandung pesan untuk disajikan melalui penggunaan alat perangkat keras atau pun oleh dirinya sendiri. Berbagai program media termasuk media materials seperti transportasi, slide, film, audio, video, modul, majalah, buku dan sebagainya. (4). Device (alat), yakni (suatu perangkat keras) yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang tersimpan dalam bahan, misalnya OHP, slide, video, tape recorder, dan sebagainya. (5). Technique (teknik), yaitu prosedur atau acuan yang dipersiapkan untuk penggunaan bahan, peralatan, orang, lingkungan untuk menyampaikan pesan. Misalnya pengajaran terprogram/modul, simulasi, demonstrasi, tanya jawab, CBSA, dan sebagainya. (6). Setting (lingkungan), yaitu situasi atau suasana sekitar di mana pesan disampaikan. Baik lingkungan fisik ruang kelas, gedung sekolah, perpustakaan, laboratorium, taman, lapangan, dan sebagainya. Juga lingkungan non fisik, misalnya suasana belajar itu sendiri, tenang, lelah, ramai dan sebagainya.
Pada dasarnya, media adalah sebagai alat komunikasi yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Sebagai alat komunikasi, media pembelajaran menurut (Oemar Hamalik, 1994) memiliki fungsi yang luas di antaranya: (a). Fungsi edukatif media komunikasi, yakni bahwa setiap kegiatan media komunikasi mengandung sifat mendidik karena di dalamnya memberikan pengaruh pendidikan. (b). Fungsi sosial media komunikasi, mediakomunikasi memberikan informasi actual dan pengalaman dalam berbagai bidang kehidupan sosial orang. (c). Fungsi ekonomis media komunikasi, media komunikasi dapat digunakan secara intensif pada bidang-bidang pedagang dan industri. (d). Fungsi politis media komunikasi, dalam bidang politik media komunikasi dapat berfungsi terutama politik pembangunan baik material maupun spiritual. (e). Fungsi seni dan budaya media komunikasi, perkembangan ke bidang seni dan budaya dapat tersebar lewat media komunikasi. Dari sekian fungsi media pembelajaran di atas, (Arif Sadiman,1993),menguraikan beberapa fungsi media pembelajaran, yaitu: (a). Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistik (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka). (b). Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera, seperti misalnya:1) Obyek yang terlalu besar bisa digantikan oleh realita, gambar, film, atau model. 2) Obyek yang kecil dibantu oleh proyektor mikro, film bingkai, film atau gambar. 3) Gerak yang terlalu lamban atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan timelapse atau hagh speed photograpy. 4) Kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai, foto atau pun secara verbal. 5) Obyek yang terlalu kompleks (missal mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram dan lain-lain. 6) Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim dan lain-lain) dapat divisualisasikan dalam bentuk film, film bingkai, gambar dan lain-lain. (c). Penggunaan media pembelajaran secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik, dalam hal ini media pembelajaran berguna untuk:1). Menimbulkan kegairahan belajar.2). Memungkinkan belajar interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan.3). Memungkinkan anak didik belajar sendirisendiri menurut kemampuan dan minatnya. (d). Dengan sifatnya yang unik pada tiap siswa, ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka akan banyak mengalami kesulitan bilamana semuanya itu harus diatasi sendiri, apalagi bila latar belakang lingkungan guru dengan siswa juga berbeda. Masalah ini, dapat diatasi dengan kemampuan dalam: 1) Memberikan rangsangan yang sama. 2) Mempersamakan pengalaman. 3) Menimbulkan persepsi yang sama. Dari uraian di atas, jelaslah bahwa fungsi media pembelajaran sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan yang telah ditetapkan dalam pendidikan.
Peranan media pembelajaran dalam proses belajar dan mengajar sangat penting dilaksanakan oleh para pendidik saat ini, karena peranan media pembelajaran dapat digunakan untuk menyalurkan pesan pengirim kepada penerima dan melalui media pembelajaran juga dapat membantu peserta didik untuk menjelaskan sesuatu yang disampaikan oleh pendidik. Dengan penggunaan alat-alat ini guru dan siswa dapat berkomunikasi lebih mantap dan hidup serta interaksinya bersifat banyak arah. Media mengandung pesan sebagai perangsang belajar dan dapat menumbuhkan motivasi belajar sehingga siswa tidak menjadi bosan dalam meraih tujuan-tujuan belajar (Putra Sumberharjo, dkk, 2015). Ada beberapa peranan media pembelajaran dalam proses belajar antara lain:
1.      mahasiswa memiliki kemampuan untuk menangkap pembelajaran dengan baik.Dengan demikian penggunaan media dalam pengajaran di kelas merupakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Karena media pembelajaran adalah sumber belajar, secara luas media dapat diartikan dengan manusia, benda atau pun peristiwa yang membuat kondisi siswa untuk lebih memungkinkan memperoleh pengetahuan keterampilan atau pun sikap (Mudhofir, 1993).
2.      Media membangkitkan keinginan dan minat mahasiswa untuk belajar.Bukan hanya membangkitkan motivasi untuk belajar, namun membawa pengaruh positif bagi psikologis mahasiwa.Sebab mediapembelajaran dapat memperlancar interaksi antara dosen/gurudengan peserta didik.
3.      Media memiliki kemampuan untuk menampilkan kembali objek atau kejadian dengan berbagai macam cara disesuaikan dengan keperluan dan penuh makna.
Selain urain di atas, (Sidik Bagas, 2018) menambahkan peranan media pembelajaran dalam proses pembelajaran antara lain: (1). Memperjelas penyajian materi agar tidak hanya bersifat verbal (dalam bentuk kata-kata tertulis atau tulisan). (2). Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera. (3). Penggunaan media secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sifat pasif anak didik. (4). Menghindari kesalahpahaman terhadap suatu objek dan konsep. (5). Menghubungkan yang nyata dengan yang tidak nyata.
Jadi, dengan menggunakan media pembelajaran dalam proses belajar membantu untuk memperlancar interaksi antara pendidik dengan peserta didik sehingga kegiatan pembelajaran akan lebihefektif dan efisien dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Salah satu tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3, Pendidikan Nasional bertujuan untuk: mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap dan kretif, mandiri dan menjadi warga yang demokratis serta bertanggung jawab”. Dalam mewujudkan tujuan tersebut maka diperlukan kegiatan pendidikan formal dan non formal. Pendidikan yang dilaksanakan di kampus/sekolah merupakan tempat mencari ilmu bagi peserta didik, serta tempat bagi dosen/guru mentransfer ilmupengetahuannya kepada peserta didik. Oleh karena itu, dalam meningkatkan kualitas pengajaran seorang dosen/guru maka diperlukan media pembelajaran. Dalam zaman modern ini, dosen/guru dituntut untuk menggunakan media pembelajaran dalam menyampaikan materi di dalam kelas. Sebab media pembelajaran adalah salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam proses pembelajara. Oleh sebab itu, pemerintah mendorong para dosen atau guru untuk menfaatkan media pembejaran dalam meningkatkan kuliatas mengajar. Dengan menggunakan media pembelajaran seharusnya merupakan bagian yang harus mendapat perhatian dosen atau guru. Menurut hemat (J. Reginald Hill, 1998) bahwa melalui media alat peraga peserta didik akan belajar lebih bersemangat dan dapat mengingat dengan lebih baik pembelajaran yang sudah diajarkan oleh dosen/guru. Oleh karena itu tiap-tiap pendidik perlu mempelajari bagaimana menetapkan media pembelajaran agar dapat mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Selain penjelasan di atas, peranan media pembelajaran dalamproses belajar mengajar antara lain: (1). Dapat menghindari terjadinya verbalisme. (2). Membangkitkan minat atau motivasi. (3). Menarik perhatian. (4). Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan ukuran. (5). Mengaktifkan siswa dalam belajar. (6). Mengefektifkan pemberian rangsangan untuk belajar.Sedangkan menurut (Nana Sudjana, 1995) bahwa peranan media pembelajaran dalam proses mengajar adalah sebagai berikut:
1.      Penggunaan media dalam proses mengajar bukan merupakan fungsi tambahan, tetapi mempunyai fungsi sendiri sebagai alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif.
2.      Penggunaan media pengajaran merupakan bagian yangintegral dari keseluruhan situasi mengajar. Ini berarti bahwa media pengajaran merupakan salah satu unsur yang harus dikembangkan guru.
3.      Media dalam pengajaran penggunaannya bersifat integral dengan tujuan dan isi pelajaran.
4.      Penggunaan media bukan semata-mata sebagai alat huburan yang digunakan hanya sekedar melengkapi proses belajar supaya lebih menarik perhatian siswa.
5.      Penggunaan media dalam proses pembelajaran lebih diutamakan untuk mempercepat proses belajar dan membantu siswa dalam menagkap pengertian yang diberikan guru.
6.      Pengguna media dalam pengajaran diutamakan untuk mempertinggi mutu belajar mengajar.
Berdasarkan uraian dan penjelasan para ahli di atas, penulis menyimpulkan bahwa media pembelajaran dapat membantu guru untuk menciptakan sauna belajar menjadi lebih hidup, tidak monoton dan tidak membosankan.Artinya dosen/guru dapat menciptakan berbagai situasi kelas, menentukan berbagai macam metode pengajaran dan menciptakan iklim emosional yang sehat diantara peserta didik.
















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Perkembangan teknologi yang semakin canggih menjadi sarana untuk mencapai tujuan pendidikan. Itu sebabnya peranan media pembelajaran dalam proses belajar dan mengajarmerupakan satu kesatuanyang tidak dapat dipisahkandaridunia pendidikan. Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan pengirim kepada penerima, sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat peserta didik untuk belajar. Oleh karena itu,dosen/guru dituntut memberikan motivasi pada peserta didik melalui pemanfaatan media yang tidak hanya ada di dalam kelas, akan tetapi juga yang ada di luar kelas, jika hal itu dimanfaatkan maka tujuan pembelajaran akan tercapai. Lantas apa yang terjadi jika media pembelajaran tidak ada, yang terjadi adalah pertama, mengalami kesulitan dalam mengajar, materi menjadi monoton dan peserta didik merasa bosan dengan apa yang diajar oleh pendidik. Kedua, peserta didik sulit mengerti dan memahami materi pembelajaran. Ketiga, peserta didik susah menangkap penjelasan dari dosen/guru. Keempat, peserta didik merasan bosan dengan materi tersebut. Kelima, peserta didik susah berpikir.
B.     Saran
Sebagai saran demi kelancaran dan efektivitas pembelajaran di kelas maka media pembelajaran salah satu alat bantu/sumber belajar untuk meningkatkan daya minat belajar peserta didik. Oleh karena itu, para guru sebaiknya memfungsikan media pembelajaran dengan baik. Lebih lanjut, alat bantu/media/sumber belajar perlu dimanfaatkan secara sinergis untuk mengoptimalkan pembelajaran. Dengan adanya media/alat bantu pembelajaran semakin memudahkan guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Sehingga dapat menciptakan kondisi yang dapat mendorong siswa agar dapat mencapai kompetensinya dalam pembelajaran yang diberikan oleh guru.






















Daftar Pustaka

Asnawir dan M. Basyiruddin Usman. (2002). Media Pembelajaran, Jakarta: Ciputat Pers.
Falah. Iwan, Pemanfaatan Media dalam Pembelajaran. Dalam Jurnal Lingkar Widyaiswara Edisi 1 No. 4:104-117
Hamalik, Oemar. (1994). Media Pendidikan, Bandung: Citra Adtya Bakti.
Hill. Reginald. (1998). Penuntun Sekolah Minggu, Jakarta: Yayasan Komunukasi Bina Kasih.
Lautfer. Ruth. (1993). Pedoman Pelayanan Anak.Malang Indonesia : Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia.
Mahnun.Nunu.(2012). Media Pembelajaran (Kajian terhadap Langkah-langkah Pemilihan Media dan Implementasinya dalam Pembelajaran). Dalam Jurnal Pemikiran Islam; Vol. 37, No. 1: 27.
Mudhofir. (1993). Teknologi Intruksional, Bandung: Remaja Rosda Karya.
Purwono. Joni, dkk. (2014). Penggunaan Media Audio-Visual Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Di Sekolah Menengah Pertama Negeri1 Pacitan. Dalam Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran Vol.2, No.2: 127
Rahmayanti. (2015). Penggunaan Media It Dalam Pembelajaran. Dalam urnal Ilmiah CIRCUIT Vol. 1 No. 1 Juli: 92.
Rohani, Ahmad. (1991). Pengelolaan Pelajaran, Jakarta: Rineka Cipta.
Rasyid.(2010). Minat, Indikator-Indikator Minat. Jakarta: Bumi Aksara.
Sofan &Elisah, Tatik. (2011). Strategi Pembelajaran Sekolah. Terpadu. Jakarta: PT. Prestasi Pustaka.
Sudjana.Nana.(1995). Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Usman.Nasir. (2012). Manajemen Peningkatan Mutu Kinerja Guru (konsep,Tiori dan Model), Bandung, Cita Pustaka.
Sumberharjo. Putra, dkk. (2015). Media Pembelajaran Pengenalan Huruf Dan Angka Di Taman Kanak-Kanak Tunas. Dalam Journal Speed – Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi – Volume 7 No 3:24
Taufani.(2008). Minat. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta.

Komentar

  1. Assalamualaikum wr wb. saya syahrin nim 19102012015.
    dalam makalah ini masihbanyak membahas tentang pengertian, peran dan fungsi akan media pembelajaran akan tetapi tidak saya temukan contoh-contoh mediapembelajaran yang mampu mencapai tujuan pembelajaran ataupun yang sering digunakan oleh seorang guru. menurut saya akan lebih baik jka ditambahkan contoh media pembelajaran yang diterapkan oleh seorang guru apalagi jika media tersebut terbukti melalui penelitian jika mampu meningkatkan motivasi siswa, kreativitas dan lain sebagainya sesuai menurut pendapat Nana Sudjana (1995) seperti yang di ungkap oleh pemakalah.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. saran untuk makalah yang telah dibuat, terlalu banyak rujukan yang teribtan tahunnya sudah tak layak digunakan dalam penulisan karya ilmiah.

    pertanyaan dari saya:
    jika memang pada kesimpulan yang saudara buat menyatakan bahwa "media pembelajaran tidak ada, yang terjadi adalah pertama, mengalami kesulitan dalam mengajar, materi menjadi monoton dan peserta didik merasa bosan dengan apa yang diajar oleh pendidik. Kedua, peserta didik sulit mengerti dan memahami materi pembelajaran. Ketiga, peserta didik susah menangkap penjelasan dari dosen/guru. Keempat, peserta didik merasan bosan dengan materi tersebut. Kelima, peserta didik susah berpikir"

    bagaimana solusi untuk kondisi guru senior yang memang tidak bisa menggunakan media pembelajaran yang unik untuk penyampaian materi pembelajaran tersebut? apa lagi di indonesia yang notabennya banyak guru-guru senior yang sedikit sekali untuk mampu memanfaatkan IPTEK dalam proses pembelajaran.

    terimakasih.

    BalasHapus
  4. Dalam kesimpulan anda menjelaskan bahwa pemanfaatan media pembelajaran dapat dilakukan didalam dan diluar kelas, media pembelajaran seperti apa yang dapat diberikan guru di luar kelas?
    Kemudian media pembelajaran apa yang efektif digunakan agar siswa termotivasi untuk belajar dalam metode pelbelajaran daring yang sedang berlangsung di Indonesia?

    BalasHapus
  5. Supriyanti
    Setelah membaca makalah saudara di atas yang berkaitan dengan media pembelajaran.
    1. Saran mengenai makalah ini, seharusnya lebih menekankan pada menganalisis kondisi penguasaan media pembelajaran saat ini, permasalahan yang dihadapi dan bagaiman solusi mengatasinya.
    2. Bagian kesimpulan, menurut saya belum memuat kesimpulan dari poin-poin pembahasan sebelumya
    Beberapa hal yang ingin saya tanyakan:
    1. Bagaimana kondisi global pendidik saat ini dalam penguasaan media pembelajaran
    2. Media pembelajaran ini memang sangat berpengaruh besar dalam pendidikan, apalagi berkaitan dengan perkembangan IPTEK sehingga secara tidak langsung berpengaruh terhadap media pembelajaran. Upaya apa yang dilakukan oleh sekolah agar pendidik yang mereka miliki dapat mengupdate media pembelajaran yang digunakan
    Terima kasih

    BalasHapus
  6. Pertanyaan saya untuk Mr. Rahmat Danis :
    Pada makalah saudara Rahmat di poin C paragrap ke-2 :
    Pada dasarnya, media adalah sebagai alat komunikasi yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Sebagai alat komunikasi, media pembelajaran menurut (Oemar Hamalik, 1994) memiliki fungsi yang luas di antaranya:
    1. Fungsi edukatif media komunikasi
    2. sosial media komunikasi
    3. ekonomis media komunikasi
    4. politis media komunikasi
    5. seni dan budaya media komunikasi
    Apakah dengan kelima fungsi di atas dapat menggantikan pembelajaran tatap muka langsung dengan guru sebagaimana tatap muka di kelas? Jelaskan alasannya !

    BalasHapus
  7. dalam makalah anda disebutkan bahwa Penggunaan media dalam proses pembelajaran lebih diutamakan untuk mempercepat proses belajar dan membantu siswa dalam menagkap pengertian yang diberikan guru. pertanyaan saya bagaimana pola dan strategi pemanfaatan pembelajaran penggunaan media tersebut agar lebih efektif dan efisien?

    BalasHapus
  8. Bagaimana KEBIJAKAN & STRATEGI bagi pemilik/pengamban dan seorang pendidik di sebuah instansi pendidikan dalam mengatasi permasalahan terkait MEDIA pembelajaran, baik mulai dari pengadaan, penggunaan dan fasilitas pendukung dari media tersebut? Kemdian, adakah tindakan lansung dari pihak pemerintah dalam menaggulagi permaslahan tersebut, mulai dri instansi itu sendiri, Guru/pendidik dan siswa? Terimakasih

    BalasHapus
  9. assalamualaikum, saya marlina puspita nugra izin bertanya..
    Bagaimana cara seorang kepala sekolah mengarahkan guru untuk selalu memanfaatkan media pembelajaran selain dari media teknologi. misalnya untuk guru sekolah dasar dan anak-anak cenderung menggunakan media pembelajaran yang menarik.. ? karena tidak semua sekolah saat ini memiliki media pembelajaran berbasis teknologi?

    BalasHapus

Posting Komentar